Dia adalah pasien rumah sakit jiwa,mempunyai hobi melukis,gangguan kejiwaan ini dialaminya sejak lahir,sejak berumur 3 tahun dia divonis dokter mengalami autisme dan gangguan pada otak nya,yang memiliki sugesti yang sangat kuat,ditambah lagi jika dia marah sugesti itu akan menembus batas nalar manusia,orang tua Moriz baru mengetahui bahwa anaknya memiliki gangguan jiwa itu.Mereka menitipkanya pada rumah sakit jiwa.Dan tidak pernah kembali untuk membawa pulang Moriz
.
Hari berganti semakin tua Moriz sekarang,24 tahun dia hidup di rumah sakit itu tanpa mengetahui siapa itu ayah&ibu
.
Moriz mempunyai hobi melukis
Dan pada Suatu saat , dia melukis badut yang hadir pada pesta ulang tahun temanya,Moriz kehabisan tinta,ia menyuruh perawat mengambilkan tinta lagi untuknya,namun para perawat itu menghiraukan Moriz,akhirnya Moriz pun marah dan lepas kendali,perawat mengurungnya di dalam sel kamarnya,akhirnya dia pun frustasi dan melukai dirinya sendiri
Melihat darahnya berwarna merah,dia pun sadar bahwa itu warna yang dibutuhkanya,dia pun merobek kulit tangannya untuk mendapat warna merah,sampai terlalu banyak darah yg dia habiskan,Moriz kehabisan darah,dia pun mati sebelum lukisan itu selesai
.
Tapi tidak dengan jiwanya,lukisan badut yang lucu itu menjadi gambaran sifat sebenarnya dari Moriz,dia merasuki lukisan tersebut,dan menjadi jiwa dari lukisan itu
.
Moriz bisa melakukan apa saja yang dia inginkan,
Dia bisa mengendalikan pikiran orang untuk membunuh,dia bisa membalikan seisi kota,tapi dia lebih memilih berteman dengan para anak",karena mereka tidak tahu siapa Moriz sebenarnya


0 comments :
Post a Comment